KE MANA ARAH PENDIDIKAN KITA?



What did you learn in school today dear little boy of mine?

Demikianlah salah satu kalimat dalam sebuah puisi yang ditulis oleh Paulo Freire. Jawaban atas pertanyaan semacam itu bisa1001 macam ragamnya tergantung pada siapa yang dimaksud dengan ‘dear little boy of mine’ itu. Seorang murid di Amerika boleh jadi akan menjawab: “I learned that Washington never told a lie” atau “I learned that war is not so bad”. Sedangkan murid di Indonesia mungkin memberi jawaban bahwa ia belajar menghafal singkatan-singkatan, nama-nama menteri kabinet, nama-nama ibu kota di Indonesia. Seorang ahli pendidikan yang menganut paham liberal akan memberikan jawaban yang berbeda dengan mereka yang menganut paham pendidikan bermuatan agama atau bermuatan kebangsaan. Jawaban mereka akan lain lagi dengan jawaban orang-orang yang memandang pendidikan dalam kaitannya dengan pembangunan ekonomi atau penguasaan iptek.

Dari berbagai jawaban yang mungkin muncul itu sebenarnya terkandung sebuah persoalan mendasar dalam dunia pendidikan yaitu orientasi pendidikan. Ke mana pendidikan kita ini mau melangkah? Untuk kebutuhan pasar? Kebutuhan lembaga? Kebutuhan pembangunan? Atau …………….? Selama orientasi pendidikan masih diarahkan untuk kebutuhan di luar diri manusia sendiri,pendidikan akan selalu merupakan topik yang penuh problematika. Sebab pendidikan pada dasarnya adalah berpusat pada pengembangan diri manusia yang dididik itu sendiri. Driyarkara menyebutnya sebagai proses pemanusiaan manusia muda dan ini memuat hominisasi dan humanisasi. Oleh karena itu, topik ini selalu actual untuk dibicarakan oleh siapa saja yang berminat.

0 komentar:

Poskan Komentar

Laskar Pelangi