Bulan Katekese Liturgi 2010







KATA PENGANTAR
Pada setiap bulan Mei kita, umat beriman Keuskupan Agung Semarang, selain menghormati Bunda Maria secara khusus, juga mengadakan Bulan Katekese Liturgi (BKL). Tradisi Bulan Katekese Liturgi di KAS ini sudah diadakan secara teratur sejak tahun 1999.
Tema Bulan Katekese Liturgi di Keuskupan Agung Semarang pada tahun 2010 ini adalah SYUKUR ATAS KETERLIBATAN UMAT DALAM EKARISTI. Tema ini dipilih karena kita semua menyadari bahwa melalui Arah Dasar KAS 2006-2010 keterlibatan umat, baik dari anak, remaja, kaum muda maupun dewasa, laki-laki dan perempuan, dalam hidup menggereja semakin tampak dan berkembang. Begitu pula keterlibatan umat dalam berliturgi, secara khusus dalam Ekaristi juga semakin bergairah. Untuk mensyukuri hal ini dan sekaligus untuk mendorong semakin giatnya keterlibatan umat dalam Ekaristi itulah, Bulan Katekese Liturgi tahun 2010 ini diselenggarakan.

Bulan Katekese Liturgi berlangsung dari tanggal 1 hingga 31 Mei 2010. Meskipun begitu ada banyak paroki yang menggunakan bulan Oktober untuk melanjutkan renungan sebagaimana disediakan dalam buku ini. Praktek seperti ini tentu didukung dengan sepenuh hati. Bahkan bisa saja paroki-paroki mengutip renungan di sini untuk dituliskan pada lembaran teks misa mingguan. Mengenai urutan tema tim liturgi paroki dipersilahkan menentukan sendiri.
Renungan harian yang ditawarkan di sini merupakan bahan renungan yang bisa dibaca secara pribadi atau dibacakan dalam acara doa bersama, khususnya doa rosario keluarga atau lingkungan. Renungan disusun oleh Tim Liturgi KAS. Renungan Harian Bulan Maria, Yogyakarta: Kanisius, 2010, yakni buku renungan BKL tahun 2010.

TENTANG EKARISTI
SEKITAR SEJARAH DAN TEOLOGI


ISTILAH
1. Istilah Perayaan Ekaristi dan Misa Kudus boleh sama-sama digunakan. Istilah Perayaan Ekaristi menunjuk apa yang dirayakan, yaitu syukur Gereja atas misteri penebusan Tuhan; Misa Kudus menunjuk segi perutusan kita di tengah dunia.

2. Kata Ekaristi berasal dari bahasaYunani eucharistia yang berarti puji-syukur. Kata Yunani eucharistia ini bersama kata Yunani eulogia (=juga pujian syukur) digunakan untuk menerjemahkan kata Ibrani berakhah, yakni doa berkat dalam Perjamuan Yahudi.

Penetapan Ekaristi
3. Gereja merayakan Ekaristi bukan karena keinginan Paus, Uskup, atau para Imam, tetapi karena memang diperintahkan oleh Tuhan Yesus pada Perjamuan Malam Terakhir: "Lakukanlah ini sebagai kenangan akan Daku" (Luk 22:19; 1 Kor 11:24).

4. Ekaristi ditetapkan oleh Tuhan Yesus Kristus pada Perjamuan Malam Terakhir. Tetapi, Perjamuan Malam Terakhir sendiri bukan Perayaan Ekaristi Gereja yang pertama. Ekaristi Gereja merayakan wafat dan kebangkitan Tuhan, padahal saat Perjamuan Malam Terakhir Tuhan Yesus belum wafat dan bangkit.

Bentuk Misa dalam Sejarah Gereja

5. Sejak Gereja abad-abad pertama, bentuk dasar Perayaan Ekaristi tersusun atas Liturgi Sabda dan Liturgi Ekaristi. Kepastian bentuk ini dibuktikan pada kesaksian Santo Yustinus Martir pada pertengahan abad II.
6. Pada abad IV-VI ditambahkan banyak ritus pada bentuk dasar Perayaan Ekaristi tersebut, sehingga Perayaan Ekaristi memperoleh bentuknya yang lengkap sebagaimana dikenal dalam Misa Trente dan kemudian diperbarui dalam Missale Romanum 1970 yang darinya TPE baru kita berasal.

Bahasa Latin dan Misa Pribadi

7. Bahasa Latin mulai digunakan di Gereja Barat sejak abad III; dan pada abad IV, Paus Damasus (th 380) memberlakukan bahasa Latin sebagai bahasa liturgi.
8. Baru pada Konsili Vatikan II (th 1962-1964) penggunaan bahasa pribumi sebagai bahasa liturgi diizinkan.
9. Misa Pribadi oleh seorang imam, yang biasanya hanya dilayani oleh seorang misdinar, biasa dilaksanakan sejak Abad Pertengahan karena adanya ujud-ujud Misa dan kebiasaan biara-biara monastik.
10. Misa Pribadi itu tetap merupakan Perayaan Ekaristi yang sah dan boleh karena hakikatnya tetap perayaan seluruh Gereja. Yang berbeda dari Misa-Misa yang dihadiri umat adalah bentuknya. Misa Pribadi dirayakan dalam bentuk sederhana dan tidak dihadiri umat.

Elevasi dan Komuni Mata


11. Kebiasaan imam mengangkat Hosti Suci sesudah kata-kata institusi atau konsekrasi (disebut elevasi) dimaksudkan agar dapat dipandang umat. Praktek ini terjadi sejak abad XIII. Sementara praktek pengangkatan piala sesudah kata-kata konsekrasi baru pada abad XVI.
12. Memandang Ekaristi yang diangkat atau ditakhtakan dalam Adorasi Ekaristi sering juga disebut Komuni Mata atau Komuni Batin. Komuni mata atau komuni batin ini menemukan puncaknya dalam penerimaan komuni Tubuh (dan Darah) Kristus saat Misa Kudus.

Realis Praesentia

13. Dalam teologi, istilah realis praesentia menunjuk kehadiran Tuhan Yesus Kristus yang real dan nyata dalam Ekaristi, yakni dalam rupa roti dan anggur.
14. Perubahan roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus disebut Transsubstantiatio; Istilah ini diajarkan secara resmi pertama kali oleh Konsili Lateran IV tahun 1215

Ajaran Konsili tentang Komuni Dua Rupa

15. Konsili Konstanz (th 1415) menolak ajaran Yohanes Hus yang menuntut komuni dua rupa sebagai keharusan mutlak dalam Misa. Gereja mengajarkan bahwa komuni yang hanya dengan satu rupa juga tetap sah karena Kristus hadir dalam setiap rupa roti ataupun anggur.
16. Konsili Trente (th 1551) mengajarkan bahwa seluruh Kristus (Christus totus) ada dalam setiap rupa dan dalam setiap bagian dari setiap rupa. Dengan demikian, pada komuni dalam bentuk apa pun, entah dua rupa atau satu rupa, dalam jumlah banyak atau potongan kecil, kita tetap menerima Kristus yang satu dan sama, seluruhnya dan seutuhnya.


Selamat Belajar...
Salam SERVIAM...

0 komentar:

Poskan Komentar

Laskar Pelangi

Salam Jumpa

Foto saya
"Kesempurnaan Manusia adalah Mengetahui Ketidaksempurnaannya", St. August.

GUEST